Inilah daftar wanita-wanita tertinggi di dunia saat ini. Yang paling tinggi berasal dari negeri tirai bambu, seperti halnya pria tertinggi di dunia juga berasal dari China daratan. Kebanyakan beranggapan, manusia dengan tinggi seperti ini akan sulit untuk beraktivitas. Tapi nyatanya tidak juga. Beberapa di antaranya sukses sebagai atlit olahraga (basket), kuliah, dan bekerja seperti yang lainnya.
1. Yao Defen ( 7ft 8in - 233 cm)

Yao Defen saat ini dianggap sebagai wanita tertinggi di dunia dengan tinggi mencapai 233 cm. Beratnya 200 kg dan kakinya berukuran 78 (EU) atau 26 (UK). Gejala gigantisme yang dideritanya disebabkan karena adanya sebuah tumor di kelenjar bagian bawah otaknya.









2. Sandy Allen (7ft 7¼in - 232 cm)

Sandy Allen muncul dalam buku the Guinness Book of World Records sejak 1976 hingga 2008, saat dia meninggal - sebagai wanita tertinggi di dunia. Tingginya mencapai 232 cm.








3. Malgorzata Dydek (7ft 2in - 218 cm)

Malgorzata (aka Margo) Dydek, seorang pemain basket di Amerika , tingginya mencapai 218 cm.










4. Zainab Bibi (7ft 2in - 218 cm)

Zainab Bibi, (218 cm), saat ini tinggal di Inggris karena merasa kehidupannya terganggu di kampung halamannya, Pakistan.









5. Uljana Semjonova (7ft - 213 cm)

Tingginya mencapai 213 cm, Uljana Semjonova asal Latvia merupakan pemain basket terkenal di dunia pada masanya, antara tahun 1970 - 1980-an.







6. Gitika Srivastava (6ft 11in - 211 cm)

Gitika Srivastava, seorang pemain basket Amerika yang berasal dari India, tingginya mencapai 211 cm.







7. Malee Duangdee (6ft 10in - 208 cm)

Malee Duangdee , wanita jangkung dengan tinggi 208 cm ini berasal dari Thailand.









8. Caroline Welz (6ft 9in - 206 cm)

Inilah wanita tertinggi di Jerman, Caroline Welz (20 tahun) dengan tinggi 206 cm.











9. Rita Miniva Besa (6ft 8in -203 cm)

Rita tinggal di Amerika Serikta, sementara aslinya berasal dari Zambia, tingginya 203 cm.









10. Heather Greene (6ft 5½in - 196 cm)

Heather Greene, tinggal di Las Vegas, tingginya "cuma" 196 cm.

Trijntje Kever, Wanita Tertinggi Sepanjang Sejarah (255 cm)
Sebenarnya dalam catatan sejarah manusia, wanita tertinggi di dunia adalah Trijntje Kever, dengan tinggi mencapai 255 cm dan hidup di Hague (Belanda) pada tahun 1616-1633. Tahun 1625 wanita ini pertama tiba di Hague bersama rombongan sirkus. Saat itu tingginya baru sekitar 2 m. Selanjutnya tiap tahun dia mengunjungi Hague hingga meninggal pada usia 17 tahun di tahun 1633. Saat itu tingginya sudah mencapai 255 cm.
filed under:
 KOMPAS.com — Cherelle Dudfield menuai celaka lantaran dada. Soalnya, cewek 18 tahun ini malah tersambar mobil yang melaju kencang di tengah jalan di kotanya, Invercargill.

Ceritanya begini. ABG itu punya niat iseng. Ia melangkah ke tengah jalan. Tak cuma itu. Aih-aih... ia membuka kancing bajunya. Ia menyibakkan bajunya, dan... ia memamerkan dadanya!

Maksud hati, siapa tahu, ada pengendara mobil nan ganteng berhenti dan memberi tumpangan. Namun, hasrat itu tak kesampaian.

Sebuah mobil sedan yang melaju kencang justru menyambarnya. Kontan, Dudfield jumpalitan di atas kap dan menghantam kaca depan mobil itu. Untung, cuma luka ringan yang dia dapat!

Oleh karena itu, jadilah, seperti The Sun mewartakan, Rabu (16/12/2009), pengadilan mengategorikan tindakan Dudfield sebagai tindakan berbahaya. Ganjaran untuknya, denda 120 poundsterling.

XVD
filed under:
KOMPAS.com — Masyarakat Kutai Barat (Kubar), khususnya warga Mahakam Ulu, digemparkan kemunculan sepasang ular raksasa sebesar drum atau berdiameter sekitar 60 sentimeter dengan panjang sekitar 40 meter. Ular raksasa itu terlihat meliuk di permukaan air di Riam Haloq, Kampung Long Tuyoq, Kecamatan Long Pahangai.

Ular raksasa yang melintas di sungai itu diyakini masyarakat Suku Dayak sebagai naga. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun, sebenarnya peristiwa kemunculan naga terjadi Jumat (29/1/2010).

Saat itu sebuah longboat berangkat dari Long Bagun menuju Long Pahangai. Longboat tiba siang hari di Kampung Long Tuyuq, hulunya Riam Haloq. Saat itulah motoris dan penumpang longboat melihat sepasang ular raksasa melintas di permukaan Sungai Mahakam dari arah berlawanan.

Begitu mengetahui sepasang naga lewat, motoris langsung menepikan longboat ke tepi sungai karena khawatir menjadi korban. "Ternyata kedua naga itu berjalan terus dan tidak merasa terganggu dengan kehadiran longboat," tutur Dodik, yang mendengar cerita dari keluarganya di Mahakam Ulu.

Setelah itu, motoris dan beberapa penumpang langsung mengambil gambar menggunakan ponsel berkamera karena menganggap itu sebuah momen langka. Di wilayah Kubar sendiri foto ular raksasa itu telah tersebar dan masyarakat menjadi heboh.

Menurut seorang warga Kampung Lutan, Kecamatan Long Hubung, sebenarnya ada dua naga yang terlihat. Satu naga diyakini berjenis jantan karena di kepalanya ada dua tanduk dan naga betina karena tidak ada tanduknya. Kedua binatang itu memiliki empat kaki, warna kulit hitam dengan panjang sekitar 40 meter dan diameter tubuh sekitar 60 sentimeter.

Ia menambahkan, sebelumnya di Long Tuyoq bahkan ada seorang warga dan anaknya yang sedang berburu babi melihat ular raksasa tersebut. Saking kagetnya, sang anak sampai tidak bisa berbicara hingga kini.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, kemunculan naga bagi Suku Dayak adalah sebuah pertanda, yakni pemberitahuan akan turun hujan lebat yang diiringi banjir yang terjadi tiga hari setelah kemunculan ular raksasa. Hal itu lebih meyakinkan karena sejak Senin (1/2/2010) hingga Rabu (3/2/2010), air Sungai Mahakam meluap dan mengakibatkan banjir yang melanda beberapa kecamatan di sepanjang Sungai Mahakam, di antaranya Long Bagun, Laham, Long Hubung, Long Iram, Tering, Melak, Muara Pahu, Penyinggahan, dan Mook Manaar Bulatn.

Sulit akses
Kampung Long Tuyoq terletak di Kecamatan Long Pahangai. Memiliki luas 126,95 kilometer persegi dan dihuni mayoritas Suku Dayak Bahau Busang. Mereka tinggal di sepanjang Sungai Mahakam dengan mata pencarian sebagai petani tadah hujan, karet, vanili, berburu, dan penambang emas tradisional.

Long Tuyoq merupakan daerah yang terpencil sehingga akses menuju ke sana cukup sulit. Dari Samarinda jika menggunakan pesawat kecil DAS, membutuhkan waktu 1 jam hingga di Datah Dawai. Setelah itu harus melanjutkan perjalanan dengan ketinting menuju hilir Sungai Mahakam, membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Jika menggunakan longboat butuh waktu 1 jam.

Sementara jika menggunakan kapal motor (taksi air) dari Samarinda menuju Long Bagun membutuhkan waktu dua hari. Dari Long Bagun dilanjutkan dengan menggunakan speedboat, tarifnya Rp 500.000 per orang, sedangkan longboat Rp 400.000 per orang.

Butuh waktu 12 jam dari Long Bagun sampai di Long Tuyoq. Jalur sungai yang dilewati penuh tantangan dan risiko karena harus menghadapi keganasan riam-riam yang ada di sepanjang Sungai Mahakam. Riam yang dikenal paling ganas adalah Riam Panjang dan Riam Udang, di sana terdapat batu-batu karang yang tajam serta pusaran air yang siap menelan perahu jika tak berhati-hati melintas. Di kanan-kiri Sungai Mahakam menuju Kampung Long Tuyoq ditumbuhi pohon-pohon besar seukuran tubuh kerbau.

Ular 33 meter
Sebelumnya, pada Februari 2009, Kalimantan juga bikin heboh dunia saat muncul sebuah foto udara yang memperlihatkan ular raksasa tengah melintas di sebuah sungai di Sarawak, Malaysia. Ular raksasa itu berenang di Sungai Baleh, Sibu, Serawak, bagian utara Kalimantan.

Sebuah foto ular raksasa terlihat berenang melenggak-lenggok di sebuah sungai tropis yang dikelilingi oleh hutan gambut. Ular berwarna hitam itu sangat besar, hampir memenuhi sungai yang terletak di tengah-tengah hutan rawa yang rimbun. Air beriak di kiri kanannya. Kabarnya, foto itu diambil dari sebuah helikopter, 11 Februari 2009.

Foto itulah yang menjadi perdebatan. Kalimantan memang memiliki ular-ular raksasa. Namun, selama ini ular yang besar yang baru ditemukan adalah sejenis sanca atau piton atau masyarakat Kalimantan menyebutnya ular sawah, yang panjangnya belasan meter.

Namun, ular yang terlihat di foto dan beredar luas di internet, termasuk Youtube, itu jauh lebih panjang dan besar dibandingkan dengan temuan piton. Diperkirakan panjangnya 100 kaki atau sekitar 33 meter.

Gambar tersebut diambil oleh anggota tim wilayah bencana banjir yang kemudian diterbitkan oleh Utusan Sarawak, sebuah koran lokal. New Straits Times di Kuala Lumpur juga memuat foto tersebut, yang kemudian dirilis oleh The Telegraph, Inggris.

Ada juga yang tidak memercayai foto itu dan menganggapnya rekayasa semata. Hal itu karena terlalu jauhnya pengambilan gambar ular tersebut. Benar atau tidak, foto itu sudah membuat masyarakat di sekitar Serawak, khususnya Sibu, ketakutan sebab sungai itu merupakan urat nadi transportasi masyarakat selama ini.

Berdasarkan legenda yang hidup di masyarakat setempat, memang dipercaya tentang adanya ular besar di kawasan tersebut yang bernama Nabau. Menurut kepercayaan, Nabau merupakan ular dengan panjang 80 meter dengan kepala naga dan tujuh lubang hidung. Masyarakat desa yang tinggal di Sungai Baleh Borneo memercayai makhluk mistik tersebut. Selain itu, masyarakat memang sering melihat ular-ular besar di kawasan itu.

Nah, bila kedua foto itu asli, apakah ular yang terlihat itu sejenis piton atau anaconda? Hingga kini memang belum ditemukan adanya anaconda di Kalimantan.

Rekor ular terpanjang saat ini memang anaconda (eunectes) dari Amazon. Anaconda merupakan keluarga boa. Panjang anaconda yang terbaru ditemukan adalah 50 kaki, tetapi para ilmuwan percaya ada anaconda yang panjangnya 80 kaki, bahkan 100 kaki dari temuan kulit ular tersebut oleh sebuah ekspedisi ilmuwan Inggris tahun 1992. Dalam keluarga anaconda, menurut situs lingkungan Mongabay, yang terbesar adalah anaconda hijau (Eunectes murinus). Panjangnya mencapai 43 meter.

Piton Asia adalah ular terpanjang kedua. Ilmuwan menyebutnya Asiatic reticulated python (Python reticulatus). Piton terpanjang yang ditemukan di kawasan Kalimantan panjangnya 33 kaki dan merupakan rekor dunia sanca terpanjang saat ini. Para ilmuwan percaya panjang piton bisa mencapai 50 kaki atau sekitar 15 meter.

Bedanya, anaconda lebih langsing dan ahli berenang. Sementara piton lebih gemuk dan hanya suka kelembaban, bukan di air. Anaconda menggigit mangsanya sampai mati sebelum menelan, sementara piton menggunakan kekuatannya dengan membalut mangsa sampai tulang-belulangnya hancur atau tak bergerak lagi, kemudian ditelan bulat-bulat.

Awal Februari tahun lalu, para ilmuwan juga menemukan fosil ular seberat sebuah mobil kecil. Ular itu diperkirakan bisa melumat binatang seukuran sapi. Monster sepanjang 45 kaki bernama Titanoboa ini sangat besar dan hidup dengan memakan buaya dan kura-kura raksasa. Beratnya mencapai 1,25 ton. Ia biasa merayap di sekitar hutan-hutan tropis Amerika Selatan 60 tahun silam. (alex pardede/tribunkaltim cetak)
filed under:
Copyright © 2013 artikel-fenomenal | Powered by Blogger
Design by Theme Junkie
Blogger Template by Lasantha | PremiumBloggerTemplates.com