Warga Minahasa Tenggara Desa Watuliney, Kecamatan Belang dihebohkan atas kelahiran anak babi yang memiliki wajah dan bagian kepala mirip manusia.

Babi ‘berkepala manusia’ itu sendiri dilahirkan induknya Pukul 22.00 Wita, Keesokan paginya, seorang penjaga peternakan babi milik keluarga Joutje Pondaag-Tumboybela, dikagetkan saat melihat anak bayi yang dilahirkan tersebut.

Pasalnya, muka babi itu lebih menyerupai manusia.Babi mungil itu memiliki bulu putih dengan berat 1,5 kilogram. Kalau muka, hidung dan lidah babi itu mirip manusia, namun suaranya lebih mirip monyet. Lebih unik lagi anak babi berkelamin betina tersebut memiliki dahi layaknya dahi manusia serta memiliki pusar di atas kepalanya.


filed under:
Misteri tenggelamnya kapal mewah Waratah yang tertutup selama 95 tahun akan segera terungkap. Kapal yang kemungkinan karam di perairan Afrika Selatan, kini sedang diselidiki.Pada 1912, ketika kapal pesiar Titanic yang paling mewah di dunia menabrak gunung es, mempertunjukkan sebuah kisah nyata yang mengharukan di tengah lautan Atlantik. Akan tetapi, yang belum diketahui banyak orang adalah, bahwa sebelum peristiwa tenggelamnya Titanic, pada 1909 sebuah kapal pesiar raksasa yang sama mewahnya dengan Titanic yakni Waratah berpenumpang 210 orang dan memuat barang seberat 6.500 ton, secara misterius hilang di tengah lautan luas. Menurut laporan media massa Australia, kini sebuah tim penyelidik sudah menuju lokasi tenggelamnya kapal tersebut, dan jawaban teka-teki atas rahasia yang tertutup selama 95 tahun ini mungkin akan segera terungkap.

Kapal pesiar mewah yang hilang secara misterius ini adalah kapal pesiar Waratah yang terkenal itu, yang merupakan kapal milik “Blue Anchor Ocean Transport Corporation” Australia. Kapal itu diberi nama Waratah, bunga lambang Kota New South Wales, Australia. Kapal itu panjangnya 140 meter, dibuat oleh perusahaan pembuatan kapal Barclay, Scotlandia pada 1908. Dan sama dengan kapal Titanic yang dibuat belakangan, kapal pesiar Waratah merupakan kapal yang paling besar dan mewah waktu itu, dan disebut sebagai kapal yang “antitenggelam sepanjang masa”. Perlengkapannya sangat mewah, di bagian kabin, lebih megah daripada kapal Titanic, dan setara dengan hotel Ritz di Swiss saat ini yang tergolong supermegah.

Kapal itu menggunakan tenaga uap yang dihasilkan oleh batubara sebagai tenaga penggerak, mempunyai 8 ruang kedap air, teknik pembuatan dan teknologinya dapat dinilai nomor satu di dunia. Pelayaran perdananya sangat lancar, dan dengan cepat menimbulkan kegemparan di dunia, sejumlah besar orang ternama dan kaum ningrat semuanya merasa bangga mengadakan perjalanan dengan menumpangi sebuah kapal pesiar yang demikian besar ini.

Hilang secara Misterius

Juli 1909, kapal Waratah mulai berlayar dari Inggris, terisi 211 penumpang dan 6.500 ton barang muatan, menuju Australia. Sepanjang perjalanan, di dalam kabin kapal megah itu lampu penerangan menyala sepanjang hari, dan berbagai macam resepsi maupun pesta malam berlangsung terus-menerus. Ketika dalam perjalanan melewati Afrika Selatan, kapal pesiar itu merapat di dermaga timur Afsel, dengan maksud untuk istirahat dan memuat perlengkapan, kemudian berlayar lagi menuju tujuan berikutnya yakni Cape Town.

Setelah para penumpang bersuka ria dengan sepuasnya di Afsel, pada 27 Juli, kapal Waratah mulai berlayar lagi dari Durban. Namun yang mengherankan adalah, saat itu tiba-tiba terjadi angin badai yang jarang terjadi di atas permukaan laut, anehnya sejumlah besar kapal kecil yang melaut tidak terjadi apa-apa, maka semua orang merasa bahwa badai itu sama sekali tidak akan mengakibatkan ancaman apa pun bagi kapal pesiar yang demikian besar ini.

Ternyata dugaan mereka keliru. Kapal Waratah tidak sampai di Cape Town sesuai dengan waktu yang direncanakan, dan di atas permukaan laut juga tidak ada jejak kapal itu! Kapal Waratah dinyatakan hilang secara misterius! Angkatan Laut Kerajaan Australia segera mengerahkan armada pencarian, namun tidak mendapatkan hasil apa pun. Selain seorang penumpang yang bernasib mujur yang telah turun di Durban, Afsel, kapal pesiar yang paling mewah di dunia yang membawa banyak penumpang dan muatan barang berharga saat itu, sepertinya telah berlayar menuju ke sebuah dunia lain.

Alamat Buruk

Menurut kabar, sebelum kapal Waratah hilang secara misterius, waktu itu telah muncul beberapa “pertanda tidak baik” akan terjadinya bencana. Sebelum bertolak dari Inggris, kapten kapal yang kaya pengalaman yakni Joshua Ibally mengadakan pemeriksaan total terhadap kondisi kapal, dan ditemukan ternyata barang-barang muatan dalam kapal terlalu banyak, sehingga geladak kapal tertekan ke bawah, namun keluhannya tidak mendapat perhatian.

Selain itu adalah penumpang yang bersikeras hendak turun di Durban yakni Claude Soya. Saat setelah kapal pesiar hilang, dengan hati yang masih diliputi ketakutan, Claude Soya mengenang kembali kejadian saat itu dan mengatakan, bahwa dirinya pernah mengalami sebuah mimpi buruk, di dalam mimpinya itu, kapal Waratah dijungkirbalikkan oleh sebuah gelombang dahsyat, lambung kapal mengarah ke langit, setelah itu hilang. Ia sering kali mengadakan perjalanan ke luar negeri, ia sadar bahwa muatan kapal yang beratnya melampaui kapasitas bisa mengakibatkan risiko keselamatan yang sangat riskan, karenanya ia bertekad turun di Durban, berencana naik kapal yang lain untuk pulang. Ia mengirimkan sebuah telegram untuk istrinya di Durban, “Kapal Waratah overload (melampaui beban), saya turun di Durban.”

Akhirnya, mimpi buruknya benar-benar menjadi kenyataan yang mengerikan, dan Claude Soya menjadi satu-satunya orang yang bernasib mujur dari akhir perjalanan kapal pesiar Waratah.

Sebab-sebab yang Membingungkan

Hilangnya kapal pesiar mewah Waratah menimbulkan kegaduhan luar biasa di dunia, sama gaduhnya seperti tenggelamnya kapal Titanic, biar bagaimanapun juga orang-orang tidak percaya bahwa kapal pesiar mewah itu bisa hilang begitu saja di tengah lautan luas. Pada tahun ke-2 setelah insiden tersebut, para kerabat penumpang yang mengalami bencana itu memprakarsai suatu gerakan pencarian selama 3 bulan lamanya, namun kembali dengan hampa.

Kapal Waratah tidak dilengkapi dengan komunikasi radio dan instalasi telegram, karenanya setelah bertolak dari Durban, ia tidak mempunyai hubungan komunikasi lagi dengan daratan, juga tidak mengirimkan sinyal pertolongan apa pun. Ahli pencari dan penyelamat bencana laut berpendapat, bahwa kapal uap itu telah tenggelam di lautan luas. Namun, sebab-sebab insiden tersebut malah simpang siur dan membingungkan. Sejumlah ahli menganggap, bahwa desain atau rancangan kapal bermasalah, bagian geladak kapal terlampau berat, sehingga mengakibatkan insiden tenggelamnya kapal. Selain itu, sejumlah ahli lainnya menganggap, bahwa kapal itu ditarik ke dalam sebuah pusaran yang misterius di tengah samudera, dan itu adalah suatu yang tidak bisa dilawan oleh kekuatan manusia.

Tak Ada Bayangan

Setelah kapal Waratah hilang secara misterius, orang-orang tetap tidak bisa menentukan posisi kapal. Tahun 1929, seorang prajurit yang ikut latihan mengatakan, bahwa melalui teropong ia menemukan sisa-sisa peninggalan kapal Waratah, namun tidak ada yang percaya dengan temuannya. Tahun 1962, pada suatu hari yang cerah, angin reda dan laut tenang, begitu jernihnya air laut sehingga samar-samar bisa terlihat dasar laut. Seorang pilot tiba-tiba melihat sosok kapal yang tenggelam ketika terbang di atas langit kawasan perairan Afsel. Juru terbang yang berada di atas pesawat pada waktu itu dan kini berusia 80 tahun lebih, ia mengenangkan kembali dan mengatakan, “Lambung kapal sangat besar, tidak tampak cerobong asap atau tiang kapal, namun tingkapan sisi kapal, dan pintu kabin dapat dilihat secara jelas.”

Selanjutnya pada 1999, ahli ilmu bumi Afrika Selatan yaitu Peter Lamuzy mengira bahwa ia telah menemukan sisa-sisa peninggalan kapal Waratah, namun 2 tahun kemudian baru diketahui bahwa itu adalah sisa peninggalan sebuah kapal selam jenis U milik Jerman yang karam pada saat Perang Dunia ke-2. Posisi tenggelamnya kapal pesiar mewah yang misterius itu menjadi sebuah misteri yang belum terpecahkan.

Segera Terungkap

Di bawah bantuan dana dari Crayfe Casler penulis buku tentang pencarian dan pengangkatan kapal Titanic, sebuah tim penyelidik, menggunakan sebuah kapal nelayan yang telah dirombak dan membawa sonar (navigasi dan pengukuran dengan bunyi) yang saat ini paling canggih di dunia ke kedalaman laut, mulai berangkat menuju pesisir pantai Afrika Selatan, untuk mencari sisa-sisa peninggalan setelah tenggelamnya kapal Waratah tersebut. Kepala tim penyelidik yakni Iomulun Brand mengatakan, “Ini adalah sebuah pekerjaan yang sangat sulit, tetapi saya tetap merasa optimis.”

Mereka membawa pilot yang pernah melihat lokasi tenggelamnya kapal itu, dan posisi tenggelamnya kapal tersebut telah dikunci dalam teritorial laut sepanjang 80 km persegi. Jika posisi tenggelamnya kapal telah ditentukan, mereka akan mengirim seorang penyelam atau sebuah kapal selam untuk menyelidikinya lebih dulu. Jika mereka berhasil, maka rahasia yang tertutup debu selama 95 tahun ini akhirnya akan terungkap.


Sumber
filed under:
Banyak cara yang berbeda satu sama lain digunakan untuk menjelaskan berapa umur semesta, dan walaupun berbagai metodologi itu dilakukan secara terpisah, tetapi memberikan gambaran yang berkesesuaian satu sama lain untuk menjelaskan umur semesta ini secara obyektif. Demikian dibawah ini akan diperkenalkan beberapa jalinan metode tersebut.

Umur Alam Semesta Yang Mengembang

Jarak galaksi dapat ditentukan dari ukuran yang tampak atau kecerlangannya. Galaksi yang tampak lebih kecil dan lebih redup dari galaksi lain yang serupa, berarti berjarak lebih jauh. Jarak juga bisa ditentukan menggunakan penanda jarak yang lain, seperti beberapa jenis bintang. Selain jarak, laju galaksi bergerak bisa dtentukan dengan pengetahuan spektrum-nya. (Spektrum cahaya dari galaksi adalah apabila kita memecah cahaya menjadi komponen warna-nya seperti pelangi). Dengan pengetahuan spektrum cahaya bisa memberikan identitas obyek apa yang diamati, maupun bagaimana obyek diamati bergerak, karena setiap spektrum obyek yang berbeda memberikan pola yang unik.

Christian Doppler di tahun 1842 menunjukkan bahwa ketika sumber cahaya bergerak, gerakan tersebut menyebabkan mengubah gelombang, mengubah warna yang dilihat pada spektrum. Efek ini dikenal sebagai efek Doppler. Pengetahuan tentang efek Doppler ini memberitahu kita apakah suatu sumber cahaya mendekati atau menjauhi kita. Dari sini kita bisa mengetahui bagaimana benda-benda langit bergerak terhadap kita sebagai pengamat di Bumi, dan berapa cepat pergerakannya.

Di tahun 1920-an, Edwin Hubble menemukan bahwa galaksi – galaksi bergerak terhadap kita dengan pola tertentu. Semakin jauh galaksi dari kita, semakin cepat pergerakannya. Pola ini yang dikenal sebagai “alam semesta mengembang”, karena pola perilaku ini terlihat pada semua arah di langit. Jadi bisa saja dianggap bahwa semua galaksi bergerak menjauhi galaksi Bima Sakti, tetapi tidak bisa dikatakan begitu saja bahwa Bima Sakti sebagai pusat semesta, karena pola yang sama bisa saja teramati oleh pengamat yang berada di galaksi yang lain. Jadi tidak serta merta disimpulkan dari pekerjaan Hubble bahwa kita berada pada pusat semesta atau kita berada pada posisi yang istimewa dalam semesta.

Kembali pada pengukuran pergeseran cahaya yang teramati, ahli astronomi mencoba mengukur berapa lama pengembangan telah terjadi. Jika diasumsikan bahwa semua galaksi berangkat dari titik awal yang sama, maka bisa dideduksi, berapa jauh yang telah ditempuh suatu galaksi dan berapa kecepatan tempuhnya, kemudian membagi jarak terhadap laju. Dengan menambahkan faktor – faktor fisis yang realistis seperti adanya pengaruh gravitasi, atau adanya inflasi alam semesta, umur semesta diperoleh antara 12 sampai 14 milyar tahun.

Umur Bintang Paling Tua

Bagaimana bintang bisa menyala? Bagaimana menentukan umurnya? Berapa lama bintang dapat menyala? Bintang (termasuk Matahari) dapat bersinar karena adanya proses termonuklir di dalamnya, yang berfungsi sebagai generator pembangkit energi, akibat perubahan hidrogen menjadi helium; akibat panas dan tekanan yang sangat intens dalam inti bintang, inti hidrogen ber-fusi menjadi inti helium dan energi yang terpancarkan. Proses fisis ini bisa digunakan untuk mengukur umur bintang.

Fisika nuklir bisa menjelaskan berapa banyak energi yang dihasilkan dari fusi setiap atom hidrogen. Diketahui berapa banyak hidrogen panas dalam inti bintang, dan berapa cepat bintang menggunakan energinya untuk bersinar. Dengan demikian bisa dihitung berapa lama bintang bersinar sebelum kehabisan seluruh bahan bakarnya. Jika bintang telah kehabisan hidrogen di intinya, bintang berubah menjadi ‘raksasa merah’. Ketika kita menemukan adanya bintang raksasa tersebut, bisa ditentukan massa awalnya, tenaga awalnya, dan kala hidupnya dapat ditentukan. Demikian setelah diukur berbagai bintang yang telah tua tersebut, diperoleh dari metode ini umur semesta berkisar antara 10 – 15 milyar tahun.


Umur Cahaya Dari Galaksi Terjauh


Sebagaimana yang telah diungkap tentang jarak dalam ‘tahun cahaya’, pengamatan memberikan informasi tentang galaksi yang sangat jauh, sehingga yang cahaya dikirimkan oleh galaksi tersebut butuh milyaran tahun untuk mencapai pengamat. Dari hal tersebut, sepertinya kita sedang menggunakan mesin waktu, ketika kita mengamati langit, kita mengamati peristiwa yang telah terjadi di waktu yang telah berlalu. Pengamatan dari Hubble Space Telescope memberikan jarak terjauh galaksi yang teramati mencapai 10 milyar tahun cahaya, dengan demikian paling tidak semesta kita ini telah berumur 10 milyar tahun.

Umur Komposisi Kimia

Setelah ledakan besar awal (big bang), semesta tersusun dari elemen – elemen paling sederhana, yaitu hidrogen dan helium. Galaksi yang sangat-sangat jauh merupakan bukti bahwa hal ini memang demikian adanya, karena memiliki komposisi hidrogen dan helium yang jauh lebih besar. Komposisi kimia yang lebih kompleks dari hidrogen dan helium terbentuk kemudian akibat reaksi nuklir dalam inti bintang, atau ketika bintang yang sangat masif berakhir nasibnya dalam ledakan besar (supernova). Di dalam supernova yang teramati, terdapat elemen kimia yang terbentuk setelah 10-20 milyar tahun.

Paling tidak ada empat metode yang saling independen dipergunakan untuk menentukan umur alam semesta, kendati tidak tepat sama, tetapi paling tidak menunjukkan adanya kesesuaian, umur semesta sudah lebih dari 10 milyar tahun. Dan semua astronom sependapat dan berkeyakinan, bahwa semesta, semua galaksi, bintang-bintang benar-benar sudah tua dan telah tercipta di suatu masa yang sangat lampau.


filed under:
Copyright © 2013 artikel-fenomenal | Powered by Blogger
Design by Theme Junkie
Blogger Template by Lasantha | PremiumBloggerTemplates.com